Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir Banjir, Ancaman Kelaparan Mengintai Warga Pejambuan Sungai Tabuk Bertambah 9.994, Positif Covid-19 Indonesia Dekati 1 Juta Kasus Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin 10 Penambang Masih Terkubur Hidup-Hidup di Tanbu, Korban Selamat Dengar Teriakan

Degradasi, Manajemen SFC Sebut Juventus juga Pernah

and - Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 02:18 WIB
and - Apahabar.com Senin, 10 Desember 2018 - 02:18 WIB

Degradasi, Manajemen SFC Sebut Juventus juga Pernah

Sriwijaya FC. Foto-net

apahabar.com, MALANG – Kecewa. Demikian dirasa manajemen Sriwijaya FC saat menyampaikan permintaan maaf ke seluruh masyarakat Sumatera Selatan atas hasil yang kurang memuaskan di Liga 1 2018 sehingga tim ini harus terdegradasi ke Liga 2 pada musim mendatang.

Laskar Wong Kito harus menerima kenyataan bahwa pada musim ini terdegradasi ke Liga 2 setelah pada pertandingan terakhir menelan kekalahan atas Arema FC di Malang, Minggu (9/12).

Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri Muddai Madang mengatakan kekalahan ini tentunya sangat menyedihkan bagi pencinta Sriwijaya FC tapi bukan berarti menghilangkan optimisme.

Baca Juga : Anies : Raih Juara Tonggak Baru Kejayaan Persija

Selaku Dirut PT SOM sekaligus sebagai pemilik saham mayoritas PT SOM, Muddai menyatakan menjadi pihak yang paling bertanggungjawab dan paling berkepentingan dalam perjalanan Sriwijaya FC di kompetisi Liga 1.

“Kami jelas juga sangat kecewa. Kami jelas bersedih hati. Apalagi kami sudah mengerahkan pikiran dan mengeluarkan biaya. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada mayarakat Sumatera Selatan, khususnya pecinta Sriwijaya FC yang selama ini memberikan dukungan,” kata dia.

Ia mengatakan, sebenarnya manajemen klub sudah berusaha maksimal menjaga marwah Sriwijaya FC untuk tetap berada di Liga 1. Upaya itu dilakukan dengan mendatangkan pelatih yang berkualitas, kemudian memastikan kelancaran pembayaran gaji.

Akan tetapi usaha itu gagal sehingga tim harus menerima kenyataan turun kasta setelah hanya mampu berada di peringkat ke-17 dengan meraih 39 poin.

“Inilah olahraga, yang mana naik turun kasta itu menjadi bagian dari seni olahraga sepak bola. Bahkan Juventus, Sampdoria, juga pernah terdepresiasi di Serie A Italia. Maka dari itu, ini bukanlah akhir dari segalanya,” kata Muddai.

Untuk itu, manajemen klub akan berjuang maksimal pada musim depan untuk memastikan satu tempat di Liga 1 pada 2020.

“Kami akan tetap optimis dalam berjuang untuk mengembalikan Sriwijaya FC ke habitatnya di Liga 1,” pungkasnya.

Pada laga melawan Arema di Stadion Kanjuruhan Malang, gol Sriwijaya tercipta menit ke-25 melalui Esteban Gabriel Vizcarra. Namun gol itu dibalas Arema masing-masing melalui Makan Konate menit ke-63 melalui titik penalti dan gol Didik Setiawan menit ke-83.

Baca Juga : Tiga Pemain Kunci Persija Raih Juara

Sumber : Antara
Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Jadi Pelatih Kolombia, Queiroz Soroti Tiga Pemain Penting

Sport

Kalahkan Watford, City Jaga Posisi Puncak
apahabar.com

Sport

Soal Rencana Barito ke SDL, Begini Komentar Pengelola
apahabar.com

Sport

Link Live Streaming Persipura Vs Barito: Bukan Laga Formalitas, Ini Alasan Barito Dilarang Kendor
apahabar.com

Sport

Gol Erikson ke Gawang Inter, Buka Peluang Spurs ke 16 Besar
apahabar.com

Sport

Dua Kartu Merah Warnai Kekalahan Barito Dari Bhayangkara
apahabar.com

Sport

5 Fakta Kemenangan Timnas U19 Indonesia atas Dinamo Zagreb, Aksi Ciamik Witan Sulaeman
apahabar.com

Sport

Final Copa Libertadores di Santiago Bernabeu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com