Dilaporkan Tim 2BHD, Erfan Instruksikan Bawaslu Kotabaru Rapatkan Barisan Api Berkobar di Bantuil Batola, 9 Rumah Jadi Arang Bupati Anang Resmikan SAMTA, Sekolah Alam Perdana di Tabalong Warga Eks Bioskop Cempaka Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron

Membuka Borok di Tubuh PSSI: Polri Siap Berantas Match Fixing

- Apahabar.com Kamis, 20 Desember 2018 - 15:30 WIB

Membuka Borok di Tubuh PSSI: Polri Siap Berantas Match Fixing

Ilustrasi match fixing. Foto-sumber.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Upaya mengungkap keborokan di tubuh PSSI terus digalakkan. Salah satunya kini, pihak Kepolisian RI pun kini turun tangan diawali dengan kasus match fixing.

Sebagai induk organisasi tertinggi sepakbola tanah air, PSSI punya badan yang meyelenggarakan kompetisi.

Nah, kompetisi tersebut diduga telah diatur, dengan berbagai modus. Hingga adanya laporan dari sejumlah pihak yang merasa dirugikan. PSSI pun lantas jadi sorotan.

Dalam acara Mata Najwa di Trans 7, Rabu (19/12/2018) malam Wita, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal (Pol) Tito Karnavian, bilang sudah membentuk satgas untuk menyelidiki pengaturan skor (match fixing) di Liga Indonesia.

Baca Juga: Inilah Harga yang Harus Dibayar Barito jika Mendatangkan Evan Dimas

Ada beberapa whistle blower, hingga memicu pihak kepolisian untuk bergerak. Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani, salah satunya. Pada Mata Najwa sebelumnya ada juga manajer Madura FC, Januar Herwanto.

“Kami akan dalami laporan yang dibuat Mbak Lasmi. Saya sudah membentuk satgas kepolisian untuk menangani hal ini. Ini adalah era baru manakala Kapolri sudah membuat satgas dan mengawasi langsung,” ungkap Tito.

Langkah yang diambil oleh pihak kepolisian dengan membentuk satgas sudah diapresiasi oleh Menpora Imam Nahrawi.

“Ujung dari semua kalau ada penanganan, maka kompetisi akan lebih baik. Ini langkah yang luar biasa dari Pak Kapolri,” dia menegaskan.

Fandit Football menyebutkan ada banyak pihak yang berperan pada kasus-kasus match-fixing (pengaturan pertandingan).

Secara umum administrator kesebelasan (manajer, pelatih, presiden kesebelasan, dll), pemain, dan wasit adalah aktor utama pengaturan pertandingan.

Namun ada pihak yang mengatur mereka untuk “bermain”, seperti runner, bandar, dan lain sebagainya. Orang-orang yang terlibat bisa bermacam-macam, bahkan sampai kepada pejabat federasi.

Pemberantasan pengaturan pertandingan ini biasanya dibongkar oleh pengaku (whistleblower) yang bisa saja pemain atau bandar.

Sementara itu sebenarnya match-fixing juga bisa masuk ke ranah pidana, karena merupakan penipuan dalam jumlah besar (semua penonton tertipu), sehingga polisi juga bisa berperan. Media kemudian meramaikannya, bahkan tak sedikit juga yang ikut investigasi.

Baca Juga: Persebaya atau Barito, Begini Jawaban Evan Dimas

Sumber: detiksport/fandit football
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Pelatih Arema Waspadai Syamsul, Ini Kata Jacksen
apahabar.com

Sport

Ditinggal Lorenzo, Dovizioso: Tak Ada Pengaruh
apahabar.com

Sport

Renan Datang, Bhayangkara FC Masih Cari Legiun Asing
apahabar.com

Sport

Sesal RD, Puasnya Djanur Lantaran Persebaya Rebut Puncak Grup A

Sport

Hasil MotoGP Prancis 2020, Petrucci Juara, Alex Marquez Podium Perdana, Valentino Rossi Out
apahabar.com

Sport

Jadwal Liga Inggris MU Vs Chelsea, Cavani Siap Diturunkan, Live Streaming Mola TV
apahabar.com

Sport

Borneo FC Pilih Dua Lokasi Sebagai Markas, Berikut Alasannya
apahabar.com

Sport

Susah Payah Kalahkan Fulham, Pelatih Chelsea Ungkap Alasannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com