BRAVO! Para Penusuk Wildan Mahasiswa ULM asal Tanbu Diringkus Polisi Transkrip PPK Banjar Terima Rp10 Juta Beredar, Bawaslu Turun Tangan POPULER KALSEL SEPEKAN: Panasnya Sidang MK, Penangkapan Pedofil Tapin, hingga Kisruh Elpiji Langka Update Covid-19 Kotabaru: Positif 4, Sembuh 11 Orang Pelambuan Membara, Belasan Rumah Terbakar Dini Hari

INASP Fokus Pembinaan Pemanah Usia Dini

- Apahabar.com Sabtu, 23 Februari 2019 - 18:28 WIB

INASP Fokus Pembinaan Pemanah Usia Dini

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina (kemeja sasirangan) dan Presiden (INSP) Defrizal Siregar (disamping kanan Walikota) bersama puluhan pemanah pemula Borneo Open V. Foto-apahabar.com/Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Tingginya peserta kejuaraan memanah Borneo Open V di Banjarmasin, membuat Presiden Indonesia Archery School Program (INASP) Defrizal Siregar bangga. Apalagi jumlah peserta anak-anak cukup banyak.

Hal ini, menurutnya sejalan dengan program INASP yang fokus pada pembinaan anak-anak khususnya sekolah dasar (SD).

“Kenapa kita konsen pada pemula khususnya anak-anak SD, masalahnya ada diregenerasi, tidak adanya pembinaan usia dini sejak dulu, itu disaat tahun 2010 ke bawah. Baru ditahun 2011 kita menginisiasi mulai fokus pada anak-anak SD,” kata Defrizal saat pembukaan Borneo Open V, Sabtu (23/2) di Banjarmasin.

Baca Juga: Borneo Open V, Pemanah Kalsel Dominasi Juara

Menurut Defrizal, panahan termasuk dalam olahraga elit dulunya, sehingga sangat terbatas. Akan tetapi sekarang panahan sudah mulai banyak peminat dan digandrungi anak-anak. Hal ini dapat dilihat dari antusias peserta kejuaraan memanah Borneo Open V di Banjarmasin.

Defrizal menambahkan, bahwa pengenalan panahan pada anak-anak SD berbeda dengan atlet. Pengenalan olahraga ini dilakukann dengan metode konsep pendidikan, sehingga menarik dan nyaman bagi anak-anak berolahraga.

“Diusia anak-anak ini, dapat dilakukan pematangan tekhnik dan fisik, sesuai dengan kemampuan fisik mereka. Terlebih pendekatan olahraga ini friendly lah kepada mereka,” kata Defrizal.

Dipilihanya Banjarmasin sebagai tuan rumah, menurut Defrizal karena INASP sendiri salah satu awalnya ada di Kalimantan Timur, yang merupakan provinsi tetangga. Maka ketika diminta orangtua dan para guru menjadi fasilitator pemanah pemula, tak mungkin ditolak.

“Jadi selama empat seri ini kenapa selalu di Kaltim, karena di sana itu banyak klub-klub panahan, dan saya menunggu, daerah mana lagi yang siap, ternyata Banjarmasin siap.

Diawalnya saja menjadi tuan rumah ada 350 peserta, hampir-hampir menyamai jumlah peserta sewaktu di Kaltim. Artinya hampir sama, dan saya berharap seri selanjutnya masih Banjarmasin, sehingga bisa terlihat peningkatannya, ” pungkasnya.

Baca Juga: Selain MotoGP, Dorna juga Umumkan Indonesia Gelar WSBK

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Alasan Yunan Tak Menurunkan Gavin Kwan Adsit Saat Hadapi Badak Lampung FC
apahabar.com

Sport

Sembilan Gol Tercipta di Grup B Piala Presiden, Bali United Sementara Bertahta
apahabar.com

Sport

Petik Pelajaran dari Duel PSS vs Barito
apahabar.com

Sport

Melawan Vietnam di Final SEA Games 2019, Ajang Balas Dendam Timnas Indonesia
apahabar.com

Sport

Lolos ke 8 Besar, Dida Bidik Gelar Juara Liga 1 2019 U-16
apahabar.com

Sport

Sekretaris PBI Kalsel Masuk Pengurus Pusat, Apa Kabar Boling Banua?
apahabar.com

Sport

Telan Kekalahan Kedua, Jacksen: Ini Sangat Pahit Bagi Saya
apahabar.com

Sport

Danilo Akan Jalani Latihan Perdana di Barito Putera Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com