BREAKING NEWS: Belasan Warga Tanah Bumbu Diduga Terjebak Longsor di Tambang Batu Bara Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati

Selain Evaluasi Implementasi Filanesia, PSSI Juga Lakukan Talent Scout di Banjarmasin

- Apahabar.com Selasa, 9 April 2019 - 16:07 WIB

Selain Evaluasi Implementasi Filanesia, PSSI Juga Lakukan Talent Scout di Banjarmasin

Ilustrasi sepakbola usia dini. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Staf ahli direktur tekni PSSI, Ganesha Putra Christian menyambangi Banjarmasin, belum lama ini. Selain mengevaluasi implementasi Filanesia (Filosopi Sepakbola Indonesia) ia juga melakukan talent scout alias agen pencari bakat di Bumi Lambung Mangkurat.

Ganesha tak sendiri. Ia didampingi oleh salah satu legenda sepakbola Indonesia, Francis Wewengkang.

“Pertama kita mengevaluasi implementasi Filosopi Sepakbola Indonesia di daerah. Agenda kedua kedatangan kami ke sini, kita juga melakukan talent scout atau memantau bakat yang dimiliki pemain. Ini nantinya untuk kebutuhan Bank Data yang akan digunakan PSSI untuk event-event Nasional,” kata Ganesha disela kegiatannya di Stadion 17 Mei Banjarmasin.

Pria berbadan gempal itu menambahkan, Bank Data pemain tersebut akan sangat berguna bagi perkembangan sepakbola Indonesia.

“Bank Data ini akan berupa profiling. Jadi setiap posisi akan ada pemain-pemain berbakat yang sudah kita tandai. Dan perlu kita ikuti perkembangannya. Jadi Bank Data ini akan sangat berguna bagi pelatih Tim Nasional Indonesia di masa depan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Ganesha juga tidak lupa memberi masukan kepada klub untuk menjaga kualitas pemain muda. Ia berpesan kepada setiap klub agar menjaga dua hal supaya kualitas pemain muda tetap terjaga hingga mencapai level senior nantinya.

Pertama adalah bagaimana klub menciptakan pelatih berkualitas. Pelatih yang dimaksud tersebut bukan hanya lihai dalam meracik strategi. Tetapi juga belajar bagaimana menangani para pemain muda. Mulai dari latihan yang tepat, pembentukan karakter pemain, hingga cara pandang dalam melatih.

“Faktor pelatih ini penting. Sebagus apa pun bakat yang dimiliki pemain, kalau tidak diatur dengan baik, maka hasilnya sia-sia. Oleh karena itu, klub juga perlu meningkatkan kualitas pelatihnya. Bisa dengan mengirim pelatih mengikuti kursus, atau pelatihan lain,” terang Ganesha.

Ganesha menambahkan, pelatih yang baik juga harus menyelenggarakan suasana yang kompetitif dalam tim. Jadi setiap pelatih akan mendorong semua pemain untuk bersaing memperebutkan satu tempat di tim utama.

“Penting adanya persaingan sehat dalam tim. Disini peran seorang pelatih anat vital untuk menciptakan persaingan. Sehingga para pemain akan berlomba, dan otomatis kemampuan mereka juga akan berkembang,” tandasnya.

Untuk pemain sendiri, Ganesha berpesan agar tidak takut mencoba hal-hal baru. Selain itu, dirinya mengimbau kepada para pemain agar menjadikan kompetisi Elit pro Akademi sebagai wahana untuk belajar.

Baca Juga: Mengembalikan Kejayaan, Turnamen Piala Askot PSSI Banjarbaru Digelar

“Salah, dan berkembang. Dua kalimat itu saling berkaitan bagi pemain muda. Pemain tidak akan pernah berkembang jika mereka tidak pernah salah. Dari kesalahan itu diperbaiki, maka muncullah sebuah evaluasi positif yang membuat mereka semakin berkembang,” bebernya.

“Jangan lupa pula, pemain harus disiplin, tetap latihan dan bekerja keras untuk menjadi lebih baik lagi. Jangan cepat puas,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, 2017 lalu PSSI begitu gencar mengkampanyekan Filosopi Sepakbola Indonesia atau yang kita kenal dengan sebutan singkat Filanesia. Sebenarnya, apa sih Filanesia itu?

Filanesia merupakan sebuah filosofi yang akan menjadi pondasi dan karakter sepak bola Indonesia. Baik untuk pembinaan usia dini sampai profesional dari segi individu maupun tim.

Filosofi ini akan memberikan panduan dalam hal lingkup sepak bola. Seperti penjenjangan latihan berdasarkan usia, pengembangan teknik pemain, dan ciri-ciri bermain di lapangan.

Dengan kata lain, Filanesia bisa disebut sebagai kurikulum yang jadi acuan pembinaan sepakbola di Indonesia.

Satu hal yang perlu diketahui, Kurikulum Pembinaan Sepak Bola Indonesia ini bukan untuk menyeragamkan taktik di setiap klub. Lebih dari itu, program ini akan menjadi ciri pemain Indonesia di pentas Internasional.

Upaya PSSI pun tidak main-main. Federasi sepakbola kita itu kemudian menerbitkan buku yang berjudul sama, Filanesia.

Terbaru, PSSI mencoba belusukan ke daerah-daerah sembari memantau perkembangan pemain muda.

Baca Juga: Tak Masuk Anggaran Dispora, PSSI Kalsel Tetap Inginkan Tuan Rumah Pra PON

Reporter: Ahc02
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Juventus vs Atletico Madrid, Menanti Magis Ronaldo
apahabar.com

Sport

Perdana di Banjarmasin, Duel Barito vs Madura di EPA U18 Dipimpin Wasit Wanita
apahabar.com

Sport

Santiago Bernabeu Tak Lagi Angker, Fans Sebut Mourinho dan Soraki Bale

Sport

Hasil Liga Italia: Cristiano Ronaldo Moncer Lagi, Bawa Juventus Gasak Sassuolo
apahabar.com

Sport

Alasan Covid-19, Simona Halep Mundur dari AS Terbuka
apahabar.com

Sport

Barito Putera Muncul di Kejurnas Slalom
apahabar.com

Sport

Alasan Djanur Tidak Kontrak Bruno dan Campos di Barito
apahabar.com

Sport

Indonesia Masters 2020, 267 Pebulutangkis Berebut Rp5,4 M
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com