Hasil MotoGP Portugal: Fabio Quartararo Sempurna, Marc Marquez Finis Ketujuh Bawaslu Perintahkan Copot Spanduk Denny-Difri di Martapura, Raziv: Error in Subject Duh, Pembayar Pajak Terbesar Kedua di Kalsel Curhat Jalan Rusak! Cari Lansia Diduga Tenggelam, Relawan Gabungan Tapin Dirikan Posko Usai Beri Makan Kucing, Kai Tj Diduga Tenggelam di Sungai Tapin

Legenda Hidup Barito Angkat Bicara Terkait Kondisi Tim Sekarang

- Apahabar.com Sabtu, 29 Juni 2019 - 17:48 WIB

Legenda Hidup Barito Angkat Bicara Terkait Kondisi Tim Sekarang

Jusup Luluporo masih bisa menunjukkan kemampuannya di atas rumput hijau, meski hanya sekadar mengisi waktu senggang. Foto-apahabar.com/Fathurrahman

apahabar.com, BANJARMASIN – Apa yang terjadi di Barito Putera sekarang tak luput dari perhatian pencintanya. Tak terkecuali legenda hidup Laskar Antasari, Jusup Luluporo.

Kegagalan tiga laga kandang, dua di antaranya harus berakhir dengan kekalahan, membuktikan jika Barito sekarang dalam kondisi terpuruk.

Baca Juga: Kans Ferdiansyah Jalani Debut Liga 1 2019 Bersama Barito

Bagi Jusup yang turut membawa tim ke semifinal Ligina 1 1994/95, kekalahan tersebut suatu hal yang diharamkan di Stadion 17 Mei Banjarmasin.

Kini, ia tahu, seperti apa sakitnya perasaan suporter melihat kekalahan itu terjadi. Setelah winger andalan pelatih Daniel Roekito ini merasakannya pula ketika duduk menyaksikan langsung di tribun utama.

Wajar jika dulu suporter bereaksi begitu keras hingga cenderung anarkis. Teriakan suporter, mulai dari sumpah serapah hingga kata-kata kebun binatang keluar mengejek pemain Barito. Jadi pemain dan pelatih sekarang, harus tahu sejarah dulu, seperti apa tekanan suporter.

Jika suporter demikian, di manajemen ada lagi yang lebih keras. Yakni, sosok alm HA Sulaiman HB atau H Leman, yang tak lain pendiri klub.

Namun, sosoknya yang begitu keras dan disiplin mampu mendongkrak mental pemain, bukan menjatuhkan pemain malah terpuruk.

H Leman, kata Jusup selalu mengingatkan semangat seperti slogannya Kalsel, Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing (Tetap semangat dan kuat bagaikan baja dari awal sampai akhir).

“Saya melihat pemain sekarang tidak menanamkan slogan itu. Dulu ketika saya menjadi pemain Barito Putera, kami oleh (alm) abah H Sulaiman HB, semua pemain dipaksa tidak mudah menyerah. Apa lagi kan slogan orang Banjar kan Waja Sampai Kaputing, itu yang membuat kami merasa termotivasi,” kata Jusup.

Nah, sekarang lanjut Jusup, tak hanya sosok motivator seperti H Leman, tapi pemain juga tidak punya rasa memiliki Barito.

“Saya ingat betul ketika abah H Leman masih hidup, beliau terus menanamkan kepada kami rasa jiwa memiliki kepada Barito Putera,” lanjutnya.

“Pemain sekarang seakan hilang rasa memiliki Barito Putera, apa lagi ketika saya nonton langsung saat Barito melawan Kalteng Putra,” nilainya.

Lantas sosok H Leman pun begitu dihormati semua pemain. “Ketika beliau berbicara, kami semua pemain tidak berani menatap muka beliau. Bukan berarti kami takut, tetapi kami sadar sebagai pemain apa yang di katakan beliau adalah pukulan buat kami, agar kami tidak mudah menyerah,” jelas Jusup.

Jika hanya seorang manajer Hasnuryadi Sulaiman, menurut Jusup perlu dukungan, karena tidak mampu jika sendirian.

“Menurut saya menejemen harus mencari seorang motivator, seperti sosok Abah H Leman. Kalau Hasnur sendirian kayaknya perlu dukungan. Tidak mungkin beliau sendirian,” harapnya.

Lantas, dukungan itu bisa jadi dari suporter dan pemain sendiri, karena bagian dari keluarga besar Barito. “Perlu juga doa dan dukungan masyarakat Banua, dan managemen harus tahu itu,” pintanya.

apahabar.com

Jusup Luluporo. Foto-apahabar.com/Fathurrahman

Setelah Barito Putera ditinggal Jacksen F Tiago diganti Yunan Helmi, Jusup sedikit menyayangkan. Namun, ia tetap mendukung Yunan.

“Jacksen meninggalkan Barito Putera sangat disayangkan. Namun kalau itu keputusan terbaik dari kedua belah pihak, ya kita bisa apa,” tandasnya.

Jusup pun menaruh harapan besar terhadap mantan rekannya di skuat Laskar Antasari itu. Mengingat Yunan sudah faham mengenai nilai-nilai klub.

“Tetapi sekarang skuat Laskar Antasari harus menatap ke depan, semoga Yunan Helmi mengembalikan marwah tim yang hilang, Waja Sampai Kaputing,”pungkasnya.

Baca Juga: Alasan Pelatih Kiper Barito Tak Bawa Yoo Jae Hoon Hadapi PSIS

Reporter: Ahc10
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Telat Panas, Barito Dipermalukan Bali United di Kandang
apahabar.com

Sport

Jadwal 16 Besar Piala Indonesia Sore Ini, Arema vs Persib: Perang Biru Jilid II!
apahabar.com

Sport

Penyebab Mengapa Edy Rahmayadi Tetap Jadi Ketua PSSI
apahabar.com

Sport

Vinales Rebut Pole Position MotoGP San Marino, 4 Yamaha Terdepan
apahabar.com

Sport

Ajax Manfaatkan Absennya Sergio Ramos
apahabar.com

Sport

Lazio Jadi Penantang Serius Perburuan Scudetto
apahabar.com

Sport

Dibalik Pelindung Kepala Aditya Harlan Saat Barito Tantang Kalteng Putra
apahabar.com

Sport

Gowes di Muara Teweh Diminati Peserta Luar Daerah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com