Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

SEA Games 2019: Akhir Penantian 14 Tahun Greysia Polli Raih Emas SEA Games

- Apahabar.com Senin, 9 Desember 2019 - 19:25 WIB

SEA Games 2019: Akhir Penantian 14 Tahun Greysia Polli Raih Emas SEA Games

Pebulutangkis putri Indonesia Greysia Polii. Foto-badmintonindonesia.org

apahabar.com, MANILA – Tuntas sudah penantian Greysia Polii untuk merebut medali emas pada SEA Games, setelah menanti selama 14 tahun. Bersama Apriyani Rahayu, ia mengalahkan ganda putri Thailand Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong di babak final 21-3, 21-18, Senin (9/12).

“Setelah 14 tahun saya akhirnya bisa dapat medali emas. Sebelumnya paling bagus dengan medali perak. Rasanya senang dan bersyukur sekali. Ini menjadi batu loncatan buat kami, semoga kedepannya lebih baik lagi,” kata Greysia usai laganya di Muntinlupa Sports Complex, Filipina dikutip apahabar.com dari laman resmi PBSI.

“Medali emas ini kami persembahkan untuk orangtua kami, keluarga, pelatih, PBSI dan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Greysia lagi.

Debutnya di SEA Games dimulai 2005 silam di Filipina. Saat itu medali perak direbut bersama Jo Novita usai kalah dari ganda putri Malaysia Wong Pei Tty/Chin Pei Hui.

Masih bersama Jo, Greysia kembali membawa pulang medali perak di SEA Games 2007 Thailand. Greysia/Jo kalah dari rekan senegaranya, Liliyana Natsir/Vita Marissa.

Tahun 2009 pada SEA Games di Laos, Greysia turun memperkuat Indonesia bersama Nitya Krishinda Maheswari. Namun rontok di babak perempat final dari pasangan Thailand Savitree Amitrapai/Vacharaporn Munkit dengan skor 19-21, 21-7, 10-21.

Pada SEA Games 2011 di Jakarta, Greysia absen karena mengalami cedera. Ia kembali diturunkan memperkuat Indonesia pada SEA Games 2013 di Myanmar, bersama Nitya.

Namun lagi-lagi Greysia harus puas dengan medali perak. Greysia/Nitya kalah di babak final dari Woon Khe Wei/Vivian Hoo Kah Mun (Mlalaysia).

Setelah kembali absen pada SEA Games 2015 di Singapura, Greysia kemudian turun dua tahun berikutnya di Malaysia. Pada SEA Games 2017, Greysia/Apriyani kalah di babak pertama Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai (Thailand).

Kini, Greysia/Apriyani berhasil membuktikan kebolehannya dengan meraih medali emas pada SEA Games 2019 di Filipina.

Sebelumnya, Indonesia juga telah merebut emas ganda campuran melalui ganda campuran Praveen/Melati. Di final mereka sukses menumbangkan ganda Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie 21-19, 19-21, 23-21 di Muntinlupa Sports Complex.

Baca Juga: SEA Games 2019: Tiga Wakil Indonesia ke Final Bulutangkis

Baca Juga: SEA Games 2019: Jadwal Siaran Langsung Timnas U-22 vs Vietnam

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Hanya Runner-up Singapura Open 2019, Pasangan Hendra-Ahsan Akui Jepang Lebih Siap
apahabar.com

Sport

Irfan Bachdim Jalani TC Timnas Indonesia, Jennifer Mulai Rindu
Jelang Hadapi Persipura, Lima Jahitan Terajut di Kepala Kiper Borneo FC

Sport

Jelang Hadapi Persipura, Lima Jahitan Terajut di Kepala Kiper Borneo FC
apahabar.com

Sport

Tuntutan Fans Barito Putera Tak Hanya Angka Penuh di Laga Pembuka Liga 1 2019, Tapi…
apahabar.com

Sport

Gerah, Dispora Undang Suporter Barito, Tegaskan Pemprov Kalsel Serius Benahi Stadion 17 Mei
apahabar.com

Sport

Repsol Honda Merana Tanpa Marc Marquez di MotoGP
apahabar.com

Sport

F1 2020 Digelar Sebanyak 22 Seri, Berikut Jadwalnya
Pacquiao vs McGregor

Sport

Laga Pacquiao vs McGregor Terancam Batal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com