Pembantaian Sekeluarga di Sigi Sulteng, TNI Terjunkan Pasukan Khusus Berjuang untuk Keluarga, Legimin Tetap Semangat Jualan Kerupuk di Tengah Pandemi Jangan Lupa! Saksikan Debat Terakhir Pilkada Tanah Bumbu Malam Ini Proyek Strategis Nasional Makin Memperkuat Kalsel Sebagai Penyangga IKN Banjarbaru Masih Zona Merah, Masyarakat Mulai Lelah?

Jelang Liga 1 2020, Legenda Hidup Barito Putera Ingatkan Soal ‘Roh’ Tim

- Apahabar.com Kamis, 27 Februari 2020 - 21:00 WIB

Jelang Liga 1 2020, Legenda Hidup Barito Putera Ingatkan Soal ‘Roh’ Tim

Persiapan Barito Putera menghadapi Madura United di Gresik. Foto-Instagram

apahabar.com, BANJARMASIN – Liga 1 2020 segera digelar. Madura United jadi lawan perdana Barito Putera, Sabtu (29/1) ini.

Namun, sebelum laga itu digelar, legenda hidup Barito Putera, Yusuf Luluporo kembali mengingatkan tentang ‘roh’ tim.

Sepanjang pengamatannya selama ini, ‘roh’ itu seakan lama hilang.

‘Roh’ dimaksud soal identitas permainan Barito Putera. Identitas itu tak lepas spirit bermain yang telah ditanamkan sang pendiri klub, (alm) HA Sulaiman HB.

Memakai slogan pejuang Kalsel Pangeran Antasari, spirit ‘Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing’, Yusuf ingin itu tertanam di jiwa pemain.

Sebab dengan begitu, pada zamannya dulu, terang Yusuf, pemain tampil fight hingga peluit akhir berbunyi.

Namun sebelum spirit itu muncul, Yusuf harap pemain dapat menumbuhkan rasa cinta mendalam terhadap tim.

”Kita sejak dulu tahu, Barito Putera bukanlah tim yang selalu mengandalkan permainan cantik, akan tetapi tim yang memiliki semangat juang tinggi dan rasa bangga dan memiliki terhadap klub. Ciri khas itulah yang hilang dari kita,” kata Yusuf kepada apahabar.com di cafe The Rumah Panasdalam, Jalan Sutoyo S, Banjarmasin, belum lama ini.

Hal ini lah yang menurut Yusuf menghambat pretasi Barito Putera selama beberapa tahun terakhir ini.

“Saya melihat dalam beberapa tahun ini, kita sering salah masukan pemain. Banyak orang yang masuk, tidak mengerti karakter tim kita dan tidak punya rasa kebanggan terhadap klub,” ujarnya.

Dalam penglihatannya, banyak pemain yang tidak bermain dengan hati.

“Mereka berpikir, main bagus atau tidak, akan tetap dibayar. Kalau dulu kita datang ke lapangan, kita memiliki kebanggaan terhadap tim. Sehingga saat bermain kita sangat bersemangat bagaimanapun keadaannya,” nilai mantan pemain yang turut membawa Barito Putera ke semi final Ligina 1994/1995 itu.

Yusuf pun sangat berharap kepada pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman agar kembali membangkitkan karakter permainan yang sedari dulu wajib untuk ditanamkan dalam diri pemain.

“Kalau itu ditanamkan, saya yakin, Barito Putera akan menjadi klub yang disegani di Indonesia,” tegasnya.

Lantas bagaimana skuat anyar Barito Putera di Liga 1 musim 2020 sekarang?

“Untuk sekarang saya rasa masih terlalu pagi untuk berkomentar, karena klub sendiri banyak diisi pemain baru dan muda, kita tunggu saja bagaimana nantinya Barito dalam kompetisi yang sebenarnya,” ungkapnya.

Namun, kata dia, jika menilik dua hasil mengecewakan dalam pertandingan uji coba melawan Persib dan Arema, skuat Barito Putera saat ini dinilainya masih belum padu dan masih rawan melakukan blunder.

“Masih belum sepenuhnya pemain sudah beradaptasi. Selain itu, masih belum ada sosok pemain yang lantang di lapangan dalam pertandingan. jadi sering terjadi miss communication,”

Lalu, bagaimana dengan performa dua legiun asing anyar Barito Putera sekarang; Danillo Sekulic dan Yashir Pinto?

Menurutnya, dari teknik individu, keduanya tidak bisa disepelekan. Meski begitu, dia meminta Sekulic dan Yashir masih harus bekerja keras lagi dalam beradaptasi.

“Sepakbola ini kan permainan tim, bukan permainan individu,” timpalnya.

Terakhir, Yusuf pun berharap kepada para fans agar bisa bersabar dan tidak menuntut lebih kepada Barito Putera yang notabene diisi sebagian besar oleh wajah baru.

Laga melawan Madura United jadi awal pertaruhan pelatih Djadjang Nurjaman. Mengingat pada musim ini, dia menangani tim dari awal, bukan sebagai karateker pelatih terdahulu.

Di sisi lain, dia merombak habis skuat Barito Putera dengan memasukkan sejumlah nama pemain baru.

Termasuk tiga pemain asing pilihannya, Alexandre Rakic, Danilo Sekulic dan Yashir Islame Pinto.

Ketiga pemain ini coba dikombinasikan dengan muka lama, seperti Rizky Pora, Dandi Maulana dan Bayu Pradana.

Di sisi lain, sejauh mana kemampuan pemain lokal nasional, Delvin Rumbino, Ambrizal Umainailo dan lainnya di bawah arahan Djanur.

Duel Barito Putera menghadapi tuan rumah Madura United digelar di Stadion Gelora Madura Raut Pamelingan. Jika sesuai jadwal laga ini digelar Sabtu (29/1) malam, pukul 20.00 Wita. Selain itu akan ditayangkan lewat streaming.

apahabar.com

Legenda hidup Barito Putera, Yusuf Luluporo. Foto-apahabar.com/Riyad Dafhi R.

Baca Juga: Bekal Top Skor, Kahar Kalu Calon ‘Predator’ Masa Depan Barito Putera

Baca Juga: Hanafi, Pemuda Asal Kandangan Kejar Mimpi di Barito Putera Senior

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Ini yang Jadi Fokus Perhatian Kalteng Putra Hadapi Borneo FC
apahabar.com

Sport

Diincar Persija, Pemuda Balangan Ini Juga Dilirik Ajax dan Juventus

Sport

Hasil Chelsea vs Crystal Palace, Jorginho Cetak 2 Gol, The Blues Mengamuk di Stamford Bridge
apahabar.com

Sport

Edy Sebut Alasan Mundur dari PSSI
apahabar.com

Sport

Dicoret dari Timnas, Rizky Pora Terima dengan Lapang Dada
apahabar.com

Sport

Alasan Djanur Tidak Kontrak Bruno dan Campos di Barito
apahabar.com

Sport

Versi Sport Bible Khabib Tak Masuk 5 Besar Petarung Terbaik UFC
apahabar.com

Sport

Bersiaplah, Ini Lawan Pertama Kevin/Marcus di 2019
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com