Duh, DLH Tabalong Tak Pernah Lihat Dokumen Pascatambang ADARO Melihat Sidang Perdana Kasus Korupsi Kursi di Tanah Bumbu, Audit Tak Dilakukan BPK! Kuasa Hukum AF Minta Kejari Tanbu Tunjukkan Bukti Kerugian Negara AnandaMu Dihentikan, Kasus SARA Ustaz HA Berlanjut ke Polisi! Dinilai Cacat Hukum, Kuasa Hukum AF Pertanyakan SPDP dari Kejari Tanbu di Praperadilan

Skuat Barito Putera Sekarang di Mata Sang Legenda, Frans: Terlalu Riskan

- Apahabar.com Minggu, 9 Februari 2020 - 12:51 WIB

Skuat Barito Putera Sekarang di Mata Sang Legenda, Frans: Terlalu Riskan

Eks pemain dan pelatih Barito Putera, Frans Sinatra Huwae. Foto-bola.net

apahabar.com, BANJARMASIN – Salah satu legenda hidup Barito Putera, Frans Sinathra Huwae menilai skuat Laskar Antasari musim 2020 cukup memiliki resiko. Sebabnya, terlalu banyak diisi pemain baru dan junior yang direkrut.

Barito Putera sendiri di musim kompetisi Liga 1 2020 hanya mempertahankan 8 pemain lama. Sisanya mendatangkan 10 pemain baru serta mempromosikan 7 pemain junior.

Baca Juga: Djanur Ingin Barito Putera Tampil Offensive dan Bertenaga di Liga 1 2020

“Kalau kita nilai sekarang terlalu riskan, sebab pemain 80 persennya wajah baru, mereka juga baru saja berlatih,” kata Frans kepada awak media di Banjarmasin, Sabtu (8/2).

Pria berdarah Ambon itu berharap agar para fans tetap memberikan kesempatan Coach Djadjang Nurdjaman memoles Laskar Antasari. Sebab, menurutnya terlalu dini untuk mengharapkan sebuah prestasi.

“Untuk tahun ini kita jangan dulu menuntut lebih, karena dengan 80 persen pemain muda dan baru. Saya rasa belum bisa memberikan hasil yang maksimal,” tuturnya.

“Kita berikan kesempatan dulu untuk Coach Djadjang selama 3 musim ini, seperti yang dikatakan Pak Hasnuryadi (CEO Barito Putera). Mudah-mudahan di jenjang berikutnya akan bisa menjawab dengan sebuah prestasi,” lanjutnya.

Frans melihat Barito Putera di musim ini, masih akan bertumpu kepada 2 pemain lamanya, Rizky Pora dan Bayu Pradana.

Ia pun berharap agar kedua pemain tersebut bisa menjadi senior yang dapat memotivasi dan memberikan semangat kepada para pemain lainnya.

Kepada para pemain junior, Frans menyarankan agar mereka bisa lebih giat berlatih dan harus bekerja lebih ekstra. “Manfaatkan peluang sekecil apapun untuk memberikan bukti kepada pelatih bahwa mereka memang layak,” tukasnya.

Pria kelahiran Amuntai, 54 tahun silam itu sendiri pernah menjadi salah satu pemain vital kala Barito masuk semi finali Liga Indonesia (Ligina) 1 1994/1995. Selain jadi kapten tim, Frans sempat menangani Barito di era 2000-an.

Baca Juga: Pamer Skuat Anyar, Barito Putera Ditekuk Persib

Baca Juga: Barito Putera Bantai PS Bersaudara 8-0, Djanur: Saya Belum Puas

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Borneo FC

Sport

Penalti Samsul Gagal, Barito Ditekuk Borneo FC
apahabar.com

Sport

Jika Juara Lagi, City Cetak Sejarah
Piala Menpora 2021

Sport

Tekuk Arema FC di Piala Menpora, Pelatih Beber Kunci Sukses Barito Putera
apahabar.com

Sport

Kans Ferdiansyah Jalani Debut Liga 1 2019 Bersama Barito
apahabar.com

Sport

Resmi, Piala AFF 2020 Ditunda
Piala Champions

Sport

Prediksi Susunan Pemain Real Madrid vs Liverpool di Perempat Final Liga Champions
apahabar.com

Sport

Duet Bachtiar-Ibo Jadi Jantung Pertahanan Barito
apahabar.com

Sport

Menang Tipis, Langkah PSIS Terhenti
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com