Cuaca Kalsel Hari Pertama Lebaran, Simak Prediksi BMKG…. Deretan Masjid di Banjarmasin yang Gelar Salat Id Pagi Ini, Tetap Prokes Ya! Malam Lebaran, Kebakaran Gegerkan Warga Kuin Banjarmasin! Ngenes! Mau Tutup, Pengunjung Duta Mall Banjarmasin Malah Menurun H-1 Lebaran, Puluhan Pemudik Diputarbalik di Pos Penyekatan Tabalong!

Momentum 13 Tahun Silam, Mayweather Bungkam De La Hoya

- Apahabar.com Rabu, 6 Mei 2020 - 05:15 WIB

Momentum 13 Tahun Silam, Mayweather Bungkam De La Hoya

Petinju Floyd Mayweather Jr (kiri) sukses menghindari pukulan yang dilayangkan Oscar De La Hoya dalam pertarungan perebutan sabuk juara kelas super welter WBC di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Sabtu 5 Mei 2007. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Momentum ini mungkin masih dirasa pencinta petinju Floyd Mayweather Junior dan Oscar De La Hoya, sekalipun sudah 13 tahun silam berlalu.

Ya, pada 5 Mei 2007 itu, MGM Grand Arena di Las Vegas menjadi panggung kedua petinju itu bertarung.

Pertarungan itu dijuluki sebagai “The World Awaits” alias laga yang ditunggu-tunggu sejagat.

Bahkan, saat itu menjadi pertandingan tinju dengan nilai pendapatan terbesar pada masanya, melebihi 130 juta dolar AS.

Angka itu antara lain dihasilkan dari penjualan tiket yang melebihi 19 juta dolar, yang melampaui penerimaan tiket pertarungan kelas berat antara Evander Holyfield vs Mike Tyson satu dasawarsa sebelumnya.

Pendapatan juga datang dari hak siar yang dibeli oleh HBO. HBO menjadikan pertarungan Mayweather Jr vs De La Hoya sebagai program berbayar dengan tarif 55 dolar per tayangan.

Rekor pendapatan pertarungan tersebut baru bisa dipatahkan delapan tahun kemudian, ketika Mayweather Jr menghadapi Manny Pacquaiao.

Guna mendorong ketenaran pertarungan Mayweather vs De La Hoya, HBO sampai memproduksi seri dokumenter berjudul “De La Hoya-Mayweather 24/7” yang tayang empat episode sepanjang April-Mei.

Bumbu drama juga dihadirkan dengan rencana De La Hoya menggunakan jasa Floyd Mayweather Senior, ayah Mayweather Junior yang punya rekam jejak hubungan buruk dengan si anak, sebagai pelatihnya.

Namun, tuntutan bayaran yang terlalu mahal membuat De La Hoya batal mempekerjakan Mayweather Sr.

Mayweather Sr akhirnya hanya dibelikan tiket di tepi lapangan berharga dua ribu dolar AS oleh De La Hoya dengan harapan bisa menyaksikan langsung kekalahan putranya.

Namun nyatanya, di atas ring, Mayweather yang kala itu masih berstatus bintang baru di dunia tinju sukses tampil teringginas.

Mengandalkan akurasi pukulan dibarengi pertahanan cermat, ia memaksa De La Hoya lebih banyak memukul angin.

Catatan pertandingan menunjukkan dari total 481 pukulan yang dilayangkan Mayweather, 207 di antaranya atau 43 persen mendarat ke tubuh ataupun wajah De La Hoya.

Sebaliknya, De La Hoya hanya mendaratkan 21 persen atau 122 kali dari 587 pukulan yang dilayangkan.

Pertandingan itu seolah jadi panggung penahbisan Mayweather sebagai salah satu petinju spesialis bertahan tetapi akurat kala menyerang.

Bahkan komentator HBO kala itu, Larry Merchant, menyebut Mayweather sebagai “petinju bertahan jenius” pada ronde keenam.

Selepas bertarung 12 ronde penuh, Mayweather dinobatkan sebagai pemenang setelah mendapat skor unggul dari dua dewan juri yakni Jerry Roth (115-113) dan Chuck Giampa (116-112), meski Tom Kaczmarek memberi skor keunggulan bagi De La Hoya 115-114.

“Ini pekerjaan mudah bagi saya,” kata Mayweather selepas pertandingan dilansir ESPN.

“Ia tangguh dan kuat, tapi tak mungkin mengalahkan petinju terbaik,” ujarnya menambahkan.

Mayweather dan De La Hoya dijadwalkan menjalani tarung ulang pada 20 September 2008.

Bahkan, Mayweather merencanakan pertandingan itu sebagai pertarungan pemungkasnya sebelum pensiun.

Namun, pertarungan ulang itu tidak pernah terjadi, sebab pada 6 Juni 2008 Mayweather mengumumkan pensiun dari ring tinju dalam usia 31 tahun.

Sedangkan De La Hoya pensiun pada 14 April 2009.

Ironisnya, tak sampai sebulan setelah De La Hoya mengumumkan pensiun, Mayweather menyatakan kembali turun gelanggang dan menjalani karier beberapa tahun serta dua kali lagi mengumumkan pensiun.(ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Menpora Resmi Buka Rakernas Siwo PWI di Banjarmasin

Sport

Ditentang Jutaan Suporter, European Super League Ditangguhkan

Sport

Alvaro Morata Datang, Ada Trio Ronaldo, Morata, Kulusevski di Juventus

Sport

PSM Tunggu Barito atau Persija, Semifinal Piala Menpora 2021 Pakai Regulasi Berbeda

Sport

Jelang MotoGP Eropa 2020 Valentino Rossi Membaik, Joan Mir Waspadai 5 Pembalap Ini di Valencia!
apahabar.com

Sport

Jokowi Minta Timnas Basket Dibentuk Hadapi Piala Dunia FIBA 2023
apahabar.com

Sport

Di Ambang Juara, Madrid Terancam Kehilangan Sosok Vital Hingga Liga Usai
apahabar.com

Sport

Belal Muhammad, Dakwah Wajah Islam Lewat UFC
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com