Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Nasib Kelanjutan Kompetisi di Tanah Air Masih Tanda Tanya

- Apahabar.com Kamis, 14 Mei 2020 - 21:05 WIB

Nasib Kelanjutan Kompetisi di Tanah Air Masih Tanda Tanya

Ilustrasi Liga 1 2020. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah RI melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali belum bisa memastikan nasib kelanjutan kompetisi profesional di tanah air.

Mengingat pandemi Corona virus disease atau Covid-19 di Indonesia belum tuntas.

Meski demikian, menurutnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, menurutnya, sudah memberikan saran kepada Kemenpora.

Apabila kompetisi kembali bergulir, maka harus ada protokol kesehatan yang disiapkan, di antaranya rapid test dan swab.

“Ada saran sebelum itu dilakukan rapid test dan swab, tapi kita lihat seberapa permintannya kita akan sampaikan ke gugus tugas,” kata Zainudin dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis (14/5).

“Gugus tugas sudah menyampaikan misalnya tanpa penonton, harus di-swab dan rapid test untuk pemain dan staf, tapi klub-klub belum merespons,” ujarnya menambahkan.

Semenjak kompetisi profesional ditangguhkan pada Maret lalu, beberapa atlet dan pemain dipulangkan ke daerah masing-masing dengan tetap dibekali program latihan mandiri.

Padahal beberapa cabang olahraga seperti basket misalnya membutuhkan latihan tim di lapangan yang tentu saja bakal melibatkan kontak fisik.

Namun untuk memanggil para atlet kembali dan menggelar latihan secara berkelompok, menurut Zainudin masih sulit untuk dilakukan dalam waktu dekat.

Terlebih eskalasi penyebaran virus corona belum menunjukkan penurunan.

Hingga saat ini hanya ada beberapa cabang olahraga yang masih melanjutkan aktivitas pelatnasnya.

Antara lain angkat besi, bulu tangkis, dan menembak.

Meski demikian, latihan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan baik yang telah disampaikan oleh gugus tugas maupun Kemenpora.

“Kami sudah menyampaikan protokol keolahragaan kepada para pengurus cabor, organisasi, dan kepala dinas pemuda dan olahraga di berbagai provinsi. Kita juga perbaharui sesuai dengan perkembangan yang ada,”

“Silakan tetap berlatih tapi protokol ketat. Untuk bulu tangkis, saya sudah mewanti-wanti agar para atlet yang sudah di dalam pelatnas tidak boleh keluar dan tidak boleh ada orang yang menjenguk,” ujar dia.

Sementara itu, PSSI masih tetap dengan opsi awal perihal untuk memutuskan kelanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020.

Pelaksana Tugas (plt) Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengatakan akan tetap berpedoman pada status darurat yang diberlakukan BNPB sampai 29 Mei mendatang untuk menunggu dalam memutuskan nasib kompetisi.

Sebelumnya PSSI memutuskan untuk menghentikan kompetisi sejak Maret 2020 dengan status force majeure.

“Tentang kompetisi, Exco memutuskan tetap masih berpegang terhadap SKEP/48/III/2020 yang ditandatangani ketum terkait status liga dalam keadaan kahar sesuai status tanggap darurat BNPB,” ujar Yunus.

“Surat keputusan Ketum masih berlaku sampai tanggal 29 Mei mendatang,” kata Yunus.

Sebelumnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah meminta masukan dari peserta Liga 1 dan Liga 2 untuk meminta masukan terkait kelanjutan kompetisi musim 2020.

Mayoritas peserta Liga 1 memberikan masukan agar kompetisi lebih baik dihentikan.

PSSI memutuskan untuk menghentikan Liga 1 dan Liga 2 untuk sementara karena pandemi Covid-19.

Rencananya kompetisi akan kembali bergulir pada 1 Juli.

Namun, PSSI juga harus menunggu status darurat Covid-19 sampai 29 Mei yang diberlakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Jika status darurat setelah tanggal 29 Mei diperpanjang BNPB dan PSSI memandang kondisinya belum cukup ideal, maka PSSI memastikan tidak akan melanjutkan kompetisi.

Rencananya PSSI akan menggelar turnamen sebagai pengganti Liga 1, tetapi belum diketahui kapan akan digelar.(ant/bsc)

apahabar.com

Menpora Zainudin Amali. Foto-Antara

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Jelang MotoGP Prancis 2020, Di Sirkuit Le Mans Hari Ini Rossi Siap Jadi Koboi
apahabar.com

Sport

Singkirkan Chelsea, Gol Herrera dan Pogba Bawa MU ke Perempat Final Piala FA
Pesepakbola Belia Muslim Ini Jadi Incaran Klub Elit Inggris, Siapa Dia?

Sport

Pesepakbola Belia Muslim Ini Jadi Incaran Klub Elit Inggris, Siapa Dia?
Ditransfer Mahal, Marc Klok Janji Bawa Persjia Juara

Sport

Ditransfer Mahal, Marc Klok Janji Bawa Persija Juara
apahabar.com

Sport

Tersingkir di Piala Presiden, Fans Kritik Habis Barito
apahabar.com

Sport

Barito Bidik Pemain Naturalisasi Eks Liga 1 2018
apahabar.com

Sport

Jadwal Timnas U-19 Indonesia vs Bosnia Herzegovina, Live Net TV dan Mola TV
apahabar.com

Sport

Dua Poin dari Persela, Gilang Bisa Tenang Jalani Ibadah Ramadan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com