BREAKING NEWS: Belasan Warga Tanah Bumbu Diduga Terjebak Longsor di Tambang Batu Bara Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati

PSSI Tuding Shin Tae-Yong Terlalu Banyak Bicara

- Apahabar.com Sabtu, 20 Juni 2020 - 18:54 WIB

PSSI Tuding Shin Tae-Yong Terlalu Banyak Bicara

Pelatih Shin Tae-yong (kanan) memimpin latihan tim nasional sepak bola Indonesia di Stadion Madya, kompleks Gelora Bung karno (GBK), Senayan, Jakarta, Jumat (14/2/2020) malam. Sebanyak 30 pemain dari total 34 yang dipanggil mengikuti latihan perdana yang dipimpin Shin Tae-yong. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri menuding manajer pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-Yong terlalu banyak bicara kepada media Korea Selatan setelah kembali ke negaranya pada April 2020.

Indra mengatakan bahwa sikap Shin tersebut menunjukkan bahwa dia tidak percaya diri dengan janjinya ketika mempresentasikan program sebagai kandidat pelatih timnas Indonesia.

“Dia ini sebenarnya banyak alasan saja, karena tak yakin bisa memenuhi target berat yang dibebankan federasi kita. PSSI ingin timnas senior Juara Piala AFF 2020, memperbaiki peringkat FIFA, serta timnas U-19 berprestasi di Piala Dunia U-20 2021. Sementara kandidat lain saat itu, Luis Milla, tidak bisa menjamin hal tersebut. Pembohong namanya kalau ada seorang pelatih bisa menjamin juara dalam sepak bola,” ujar Indra, dikutip dari laman resmi PSSI di Jakarta, Sabtu (20/6).

Dalam sepekan terakhir, Shin Tae-Yong beberapa kali mengeluarkan komentar mengenai timnas Indonesia dan PSSI di media Korea Selatan.

Seperti pada Selasa (16/6), Shin Tae-Yong mengutarakan keinginan agar timnas Indonesia dapat menjalani pemusatan latihan (TC) di Korea Selatan kepada Kantor Berita Korsel, Yonhap. Padahal, PSSI berkeras bahwa TC harus dilaksanakan Indonesia.

Dua hari kemudian, media daring Korsel JoongAng Ilbo dan Naver Sports memuat wawancara eksklusif dengan Shin.

Dalam artikel tersebut, juru taktik timnas Korsel di Piala Dunia 2018 itu melontarkan beberapa kritik terhadap PSSI termasuk soal PSSI yang beberapa kali mengganti kebijakan dan gaji yang terlambat.

PSSI cuma mau memberikan tanggapan soal usulan Shin soal TC di Korsel.

“Dalam ‘virtual meeting’, kami sudah memberikan masukan agar program timnas senior dan U-19 berjalan bersamaan. Sementara di Korea juga masih ada pandemi Covid-19, belum tentu juga kita orang Indonesia bisa masuk ke Korea. Masa masih seleksi saja harus jauh-jauh ke luar negeri? Terlalu banyak orangnya, juga bagaimana nanti teknis pemulangannya kalau ada yang dicoret? Nanti baru setelah tim terbentuk dan masuk program uji coba, PSSI akan mendukung sepenuhnya mau menggelar TC di mana saja,” kata Indra.

Bukan cuma itu, Indra Sjafri juga menyebut bahwa Shin Tae-Yong beberapa kali bersikap kurang etis dan seenaknya sendiri.

“Kami ini tadinya menghormati Shin, tetapi lama-lama yang bersangkutan bersikap seenaknya sendiri,” tutur pria yang membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 2013 dan AFF U-22 2019 itu.

Shin, lanjut Indra, setidak-tidaknya dua kali menunjukkan sikap tidak terpuji ketika rapat jarak jauh dengan PSSI yang diikuti pula oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

Salah satunya, Shin pernah rapat sambil mengemudikan mobil dengan telepon genggam kecil. Padahal, semua pengurus PSSI mengikuti rapat dengan suasana formal.

Kemudian, Shin Tae-Yong juga pernah mangkir dari rapat karena urusan pribadi.

“Alasannya, dia ada janji melihat resor. Ini menunjukkan ketidakprofesionalan dia. Apalagi dia tetap kita gaji sangat besar, lo, meski selama masa Coovid dipotong 50 persen. Ini, kok, diajak rapat susah sekali,” kata Indra.

PSSI pun mempertanyakan kapan Shin Tae-Yong dan empat asisten pelatih timnas Indonesia yang berasal dari Korea Selatan yaitu Kim Hae-Woon, Kim Woo-Jae dan Lee Jae-Hong dan Gong Oh-Kyun bisa kembali ke Tanah Air.

“Padahal kami sangat memerlukan kehadirannya di Indonesia untuk menjalankan pekerjaannya, tetapi malah kami yang disuruh mendatangi dia ke Korea untuk menggelar TC di sana,” kesal Indra. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Panaskan Derby Catalunya, Pique Klaim Hartanya Lebih Besar dari Espanyol
apahabar.com

Sport

Kembali Sebagai Lawan, Dedi Hartono Buang Kenangan Manis di Barito
apahabar.com

Sport

Jadwal Live MU vs Liverpool, Si Merah Saling Bunuh!
apahabar.com

Sport

Agustus, Lima Laga Berat Menanti Barito!
apahabar.com

Sport

Timnas U-19 Indonesia Kembali Jalani Latihan Intensitas Tinggi di Split Kroasia
apahabar.com

Sport

Kedatangan Barito U-20 Disambut Meriah, Ini Harapan Bartman
apahabar.com

Sport

Senam Sehat Berhadiah ala PDIP Kalsel Juga Dihibur Band Radja
apahabar.com

Sport

SEA Games 2019: Akhir Penantian Tim Voli Indonesia Selama 10 Tahun Raih Emas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com