Terkait Kasus Terorisme, Polisi Resmi Tahan Munarman Palestina Akan Bahas Agresi Israel di Sidang Umum PBB Blakblakan Kadinkes Banjarmasin Alasan Penundaan Upah Honorer Puskesmas Terungkap, Fakta Baru Petaka Mobil BPK Seruduk Ibu Muda di Banjarmasin hingga Tewas Selama Ramadan, Polres Banjarbaru Tindak Puluhan Motor Balap Liar

Tes Skuat Muda, Barito Putera Fokuskan IQ Pemain

- Apahabar.com Sabtu, 13 Juni 2020 - 20:19 WIB

Tes Skuat Muda, Barito Putera Fokuskan IQ Pemain

Tes Skuat Muda, Barito Putera. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Manajemen Barito Putera menerapkan tes IQ bagi para pemain mudanya.

Uji kecerdasan intelektual disebut bentuk keseriusan klub dalam pengelolaan akademi.

Pelatih akademi Barito Putera U-16 dan U-18, Ilham Romadhona, mengatakan pihaknya tak hanya menempa pemain ketika di lapangan semata, namun pembinaan inteligensi menjadi satu dari sekian faktor untuk menciptakan pemain berkualitas di masa depan.

“Usia dini itu memang sudah harus ada tes IQ. Makanya akademi Barito Putera U-16 dan U-18 itu akademi terbaik di antara semua, banyak yang mengadopsi dari Barito,” ujar Ilham, Sabtu (13/6).

Penerapan tes IQ itu tak terlepas dari pengalamannya di program Primavera dan Garuda Select.

Para pemain tidak hanya dihadapkan untuk terampil mengolah si kulit bundar, juga harus memiliki kemampuan analisis strategi.

Program yang sudah diterapkan Barito Putera itu menuai hasil dalam dua tahun terakhir, akademi mereka tidak pernah lepas dari babak delapan besar nasional.

Bahkan Barito tercatat sebagai klub yang sering menyumbang pemain ke timnas di masing-masing level. Contohnya Alexandro Felix Kamuru dan Aditya Daffa di timnas U-16, kemudian Bagus Kaffa, Bagus Kahfi, Subhan Fajri, dan Yogi Hermawan yang masuk program Garuda Select.

Kemudian yang terbaru Bagas Kaffa, Yudha Febrian, dan Alif Jaelani masuk dalam daftar pemain yang mengikuti pemusatan latihan timnas U-20 di bawah arahan Shin Tae-yong.

Keberhasilan manajemen Barito Putera yang banyak menyumbangkan pemain ke timnas tak lepas juga dari kewajiban para pemain untuk tetap menimba ilmu di sekolah formal.

Ia yakin pengetahuan yang terus terasah bakal berpengaruh pada situasi di lapangan, terutama saat pengambilan keputusan serta gaya permainan.

“Paling mendasar sih, meski pemain elite pro dikumpulkan, tapi mereka tak melupakan sekolah. Sekolah itu penting, itu bagian dari teknis strategi di lapangan, bagaimana dia bisa mengembangkan permainan,” kata dia.

“Kalau tidak punya IQ yang baik, strategi tidak akan jalan. Harusnya di setiap SSB (sekolah sepak bola), grass root, usia dini itu memang harus ada tes IQ,” kata dia menambahkan. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

SMAN 4 Banjarmasin Menang Dramatis Menghadapi MAN 2 Model
apahabar.com

Sport

Hasil Timnas U-19 Indonesia vs Arab Saudi Skor Akhir 3-3, Shin Tae-yong: Ini Masalah David Maulana CS

Sport

Pecatur Nasional Irene Kharisma Siap Lawan Dewa Kipas, Live di YouTube Deddy Corbuzier
Atta Halilintar

Sport

Bertemu Presiden Klub, Atta Halilintar Isyaratkan Akuisisi Sriwijaya FC?
apahabar.com

Sport

Link Live Streaming Timnas U-16 Indonesia vs Cina, Wajib Tiga Poin!

Sport

Jelang Piala Menpora 2021, Cassio de Jesus Kembali Perkuat Barito Putera
apahabar.com

Sport

Hasil Kualifikasi MotoGP Emilia Romagna 2020: Maverick Vinales Pole Position Cetak Rekor Misano Lagi
apahabar.com

Sport

SMAN 4 Banjarmasin Raih Juara IĀ apahabar.comĀ Futsal Tournament 2019
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com