Terkait Kasus Terorisme, Polisi Resmi Tahan Munarman Palestina Akan Bahas Agresi Israel di Sidang Umum PBB Blakblakan Kadinkes Banjarmasin Alasan Penundaan Upah Honorer Puskesmas Terungkap, Fakta Baru Petaka Mobil BPK Seruduk Ibu Muda di Banjarmasin hingga Tewas Selama Ramadan, Polres Banjarbaru Tindak Puluhan Motor Balap Liar

Eko Yuli: Tunjangan Hari Tua Atlet Masih Nihil di HUT Ke-75 RI

- Apahabar.com Senin, 17 Agustus 2020 - 12:54 WIB

Eko Yuli: Tunjangan Hari Tua Atlet Masih Nihil di HUT Ke-75 RI

Lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan berlatih saat menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta, Selasa (7/1). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Lifter Eko Yuli Irawan mengatakan bahwa tunjangan hari tua untuk atlet peraih medali Olimpiade belum ada bahkan hingga saat ini pada HUT kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia.

Menurut Eko, tunjangan hari tua bagi para peraih medali di Olimpiade sebetulnya pernah diadakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada 2016, sayangnya itu hanya bertahan satu tahun.

“Yang belum merdeka untuk para peraih medali di Olimpiade di semua cabang olahraga itu tunjangan hari tua seperti pada 2016, tapi sayangnya 2017 dihentikan,” ungkap Eko di Jakarta, Senin (17/8).

“Kalau bisa itu berjalan lagi sampai kami tidak ada umur (menjadi atlet) lagi. Itu bisa disebut merdeka bagi para olimpian yang pernah memberikan medali di Olimpiade,” imbuhnya.

Peraih medali perak Olimpiade 2016 Rio de Janeiro itu, mengatakan bahwa saat ini jaminan peraih medali Olimpiade baru sekadar pengangkatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sementara jumlah besaran gaji para peraih medali di SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade diukur berdasarkan pendidikan terakhir atlet.

Padahal, menurutnya, perjalanannya tidak bisa disamaratakan. Para peraih medali di Olimpiade, kata dia, lebih banyak yang mengorbankan pendidikan demi medali.

Namun gajinya bisa saja lebih kecil dibandingkan dengan peraih medali di SEA Games dan Asian Games.

“Jadi untuk mendapatkan pekerjaan dan pensiunan cukup medali emas SEA Games dan tidak perlu ke Olimpiade,” ucap Eko.

“Dengan adanya tunjangan hari tua untuk peraih medali Olimpiade bisa menambah motivasi atlet untuk berprestasi di Olimpiade karena itu penghargaan yang luar biasa,” lanjutnya.

Eko juga berharap dengan adanya tunjangan hari tua maka ketika seorang atlet memutuskan untuk pensiun, kehidupan mereka setelah selesai menjadi atlet bisa tetap terjamin.

Bukan tidak mungkin, mantan atlet juga dapat fokus mendidik calon atlet muda berbakat melalui akademi atau padepokan yang dia punya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Masih Tanpa Evan Dimas, Ini yang Jadi Fokus Jacksen
apahabar.com

Sport

Pengurus Perbakin Palangka Raya Resmi Dilantik, Sejumlah Harapan Ada di Pundak Yudhi
apahabar.com

Sport

Hadapi Arema di 17 Mei Sore Ini, Barito Putera U-16 Berharap Dukungan Suporter
apahabar.com

Sport

Garuda Select Target Tinggalkan Italia dengan Catatan Kemenangan
apahabar.com

Sport

Tekuk Madura United 2-0, Pelatih Barito U16 Cari Pengganti Sosok Kapten yang Diusir Wasit
apahabar.com

Sport

Timnas U-19 Indonesia Kembali Jalani Latihan Intensitas Tinggi di Split Kroasia

Sport

Hasil Lengkap Laga Persahabatan: Portugal-Italia Pesta Gol, Belanda-Spanyol Imbang, Prancis Keok!

Sport

Hasil Kualifikasi MotoGP Portugal: Marc Marquez Mengejutkan, Fabio Quartararo Raih Pole
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com