Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS

Eko Yuli: Tunjangan Hari Tua Atlet Masih Nihil di HUT Ke-75 RI

- Apahabar.com Senin, 17 Agustus 2020 - 12:54 WIB

Eko Yuli: Tunjangan Hari Tua Atlet Masih Nihil di HUT Ke-75 RI

Lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan berlatih saat menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta, Selasa (7/1). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Lifter Eko Yuli Irawan mengatakan bahwa tunjangan hari tua untuk atlet peraih medali Olimpiade belum ada bahkan hingga saat ini pada HUT kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia.

Menurut Eko, tunjangan hari tua bagi para peraih medali di Olimpiade sebetulnya pernah diadakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada 2016, sayangnya itu hanya bertahan satu tahun.

“Yang belum merdeka untuk para peraih medali di Olimpiade di semua cabang olahraga itu tunjangan hari tua seperti pada 2016, tapi sayangnya 2017 dihentikan,” ungkap Eko di Jakarta, Senin (17/8).

“Kalau bisa itu berjalan lagi sampai kami tidak ada umur (menjadi atlet) lagi. Itu bisa disebut merdeka bagi para olimpian yang pernah memberikan medali di Olimpiade,” imbuhnya.

Peraih medali perak Olimpiade 2016 Rio de Janeiro itu, mengatakan bahwa saat ini jaminan peraih medali Olimpiade baru sekadar pengangkatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sementara jumlah besaran gaji para peraih medali di SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade diukur berdasarkan pendidikan terakhir atlet.

Padahal, menurutnya, perjalanannya tidak bisa disamaratakan. Para peraih medali di Olimpiade, kata dia, lebih banyak yang mengorbankan pendidikan demi medali.

Namun gajinya bisa saja lebih kecil dibandingkan dengan peraih medali di SEA Games dan Asian Games.

“Jadi untuk mendapatkan pekerjaan dan pensiunan cukup medali emas SEA Games dan tidak perlu ke Olimpiade,” ucap Eko.

“Dengan adanya tunjangan hari tua untuk peraih medali Olimpiade bisa menambah motivasi atlet untuk berprestasi di Olimpiade karena itu penghargaan yang luar biasa,” lanjutnya.

Eko juga berharap dengan adanya tunjangan hari tua maka ketika seorang atlet memutuskan untuk pensiun, kehidupan mereka setelah selesai menjadi atlet bisa tetap terjamin.

Bukan tidak mungkin, mantan atlet juga dapat fokus mendidik calon atlet muda berbakat melalui akademi atau padepokan yang dia punya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Sport

Jadwal MotoGP Valencia 2020, Skenario Rins-Quartararo Jegal Joan Mir, Link Live Streaming Trans7
apahabar.com

Sport

Pasca Dihajar Persipura, Barito Putera Dibantu Psikolog
apahabar.com

Sport

Klasemen Liga Italia: AC Milan Masih di Puncak, Terpaut 5 Poin dari Inter
apahabar.com

Sport

Batal Beli Neymar, Barca Terancam Tanpa Messi di Awal La Liga
apahabar.com

Sport

Singkirkan Myanmar, Timnas U-22 ke Final SEA Games 2019
apahabar.com

Sport

Duel Barito vs Persib, Ancaman Ezechiel N’douassel
Liga Europa

Sport

Hasil Liga Europa, Carlos Vinicius Sumbang 2 Gol Antar Tottenham Gasak Ludogorets 4-0
apahabar.com

Sport

Dicoret dari Timnas, Rizky Pora Terima dengan Lapang Dada
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com