Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja Virtual 2020, Indonesia Kirim 4 Lifter

- Apahabar.com Jumat, 30 Oktober 2020 - 23:00 WIB

Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja Virtual 2020, Indonesia Kirim 4 Lifter

Lifter Indonesia Muhammad Faathir ketika meraih medali emas kejuaraan angkat besi junior di Tashkent, Uzbekistan, 15 Februari 2020. Indonesia mengirimkan Faathir dan 3 lifternya untuk tampil pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja Virtual di Lima, Peru, 11-18 November mendatang. Foto-PB PABBSI via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Indonesia akan mengirimkan 4 lifternya untuk tampil pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja Virtual di Lima, Peru, 11-18 November mendatang.

Keempat lifter adalah Najla Khoirunisa (45 kg), Luluk Diana Triwijayana (49 kg) pada bagian putri, sedangkan di bagian putra ada Muhammad Faathir (61 kg) dan Rizky Juniansyah (73 kg).

Sementara itu, lifter putri andalan Indonesia, Windy Cantika Aisyah tidak bisa ikut serta karena sudah melewati batas usia.

Dilansir Antara, Manajer Tim Angkat Besi Indonesia, Sonny Kasiran mengatakan pertandingan virtual kali ini menjadi pengalaman pertama bagi para lifter.

Meski begitu, persiapan tim saat ini dinilai sudah bagus di mana atlet hanya perlu beradaptasi dengan perbedaan waktu antara Peru dan Indonesia.

“Persiapan sangat bagus. Saya sudah meminta kepada tim pelatih agar para lifter mampu beradaptasi dengan selisih waktu antara Indonesia dan Peru yakni 12 jam. Jadi mereka harus bertanding dini hari waktu Indonesia,” kata Sonny dalam siaran pers, Jumat.

Ia juga mengatakan mengingat waktu bertanding dilakukan dini hari itu, maka para atlet harus merubah bio-ritme mereka.

“Pelan-pelan secara bertahap para atlet berlatih menyesuaikan diri sesuai waktu Peru dengan berlatih mulai jam 10 malam untuk menyesuaikan waktu timbang badan dan pertandingan,” kata dia.

Sistem pertandingan kejuaraan virtual juga akan berbeda dengan kejuaraan angkat besi pada umumnya. Pada kejuaraan virtual, semua peserta harus menyelesaikan angkatan pertamanya terlebih dulu, sebelum dilanjutkan ke angkatan kedua dan ketiga.

“Jadi nunggu gilirannya cukup lama, karena semua peserta misalnya harus menyelesaikan angkatan pertama. Setelah semua selesai baru dimulai angkatan kedua. Ya, tidak seperti biasanya,” katanya.

Kejuaraan dunia angkat besi yang untuk pertama kali dilangsungkan secara virtual dan akan mempertemukan para lifter yang bertanding di negaranya masing-masing itu diikuti oleh 62 negara dengan jumlah peserta 425 atlet termasuk Indonesia.

Turnamen virtual kali ini merupakan turnamen pengganti setelah Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) mengumumkan kejuaraan angkat besi remaja dunia yang sedianya digelar 11-18 November di Peru dibatalkan karena virus corona.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Turnamen Futsal AMPG Diikuti Peserta Luar Daerah
apahabar.com

Sport

Pecat Simon McMenemy, PSSI: Terima Kasih Coach!
apahabar.com

Sport

Alex Marquez Dicibir Seperti Tikus Tenggelam, Kenapa?
apahabar.com

Sport

Gelar Kongres PSSI Bahas Satgas Anti Mafia
apahabar.com

Sport

Hasil Lengkap dan Klasemen Serie A, Genoa Ungguli Juventus di Puncak
apahabar.com

Sport

Naturalisai Gelandang Persija Kini Tinggal Selangkah
apahabar.com

Sport

Jadwal Live Liga Champions, Laga Penentu Nasib

Sport

10 Legendaris Sepak Bola yang Gagal Jadi Pelatih, Termasuk Diego Maradona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com