Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi Duh, Hampir 100 Warga Kalsel Tertular Covid-19 Hari ini

PSSI Terbitkan SK Penundaan Liga, Begini Soal Kontrak Pemain

- Apahabar.com Selasa, 17 November 2020 - 18:28 WIB

PSSI Terbitkan SK Penundaan Liga, Begini Soal Kontrak Pemain

PSSI terbitkan SK penundaan Liga 1 dan 2 yang tak bisa digelar tahun ini, termasuk mengatur soal kontrak pemain. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menerbitkan surat keputusan (SK) penunandaan lanjutan Liga 1 dan 2 yang tidak bisa digelar tahun ini.

SK tertanggal 16 November 2020 itu berlaku untuk Liga 1 dan Liga 2.

SK nomor SKEP/69/XI/2020 yang ditandatangani Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan itu sebenarnya tak jauh berbeda dengan SKEP/53/VI/2020 yang diterbitkan beberapa waktu lalu.

Baik itu dalam hal rencana jadwal Liga 1 dan Liga 2, maupun nilai kontrak pemain.

Kompetisi ditangguhkan akibat pandemi Covid-19 yang masih masif penyebarannya. Disamping itu, lanjutan liga tak mendapat izin penyelenggaraan dari kepolisian.

Sejatinya kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dijadwalkan berlanjut Februari 2021, sedangkan Liga 3 baru akan ditetapkan setelah dua kompetisi teratas itu telah ada kejelasan.

“Pelaksanaan kompetisi sebagaimana tercantum pada ketetapan pertama adalah bulan Februari 2021 dengan memperhatikan ketentuan protokol kesehatan Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah,” bunyi poin dalam surat SK tersebut dilansir Antara, Selasa (17/11).

Untuk masalah kontrak dan gaji tak ada perubahan apapun seperti SK sebelumnya. PSSI menetapkan gaji pemain dan ofisial kembali ke angka 25 persen selama jeda kompetisi, hingga ada kejelasan jadwal dan bakal kembali menjadi 50 persen untuk Liga 1 serta 60 persen untuk Liga 2.

Ketetapan gaji 50 atau 60 persen itu berlaku jika kompetisi sudah dipastikan akan berjalan atau dimulai satu bulan sebelum kompetisi resmi digulirkan.

Angka itu harus sesuai dari nilai kontrak atau sekurang-kurangnya di atas upah minimum regional yang berlaku dalam masing-masing domisili klub.

“Klub dapat menerapkan kebijakan pembayaran gaji pemain, pelatih, dan ofisial mulai Oktober sampai dengan Desember 2020 dengan pembayaran maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera dalam perjanjian kerja sampai dengan dimulainya kompetisi,” tulis poin itu.

“Perubahan nilai kontrak untuk Liga 1 dengan kisaran 50 persen dan Liga 2 dengan kisaran 60 persen dari nilai kontrak atau sekurang-kurangnya di atas upah minimum regional yang berlaku di masing-masing domisili klub, dan diberlakukan satu bulan sebelum kompetisi dimulai sampai dengan berakhirnya kompetisi yang dimaksud.”

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Messi Siap Tampil di Alex Noerdin Cup
apahabar.com

Sport

Barito Boyong 19 Pemain Hadapi Semen Padang
apahabar.com

Sport

Sesal RD, Puasnya Djanur Lantaran Persebaya Rebut Puncak Grup A
apahabar.com

Sport

Hari Ini Satgas Anti Mafia Bola Periksa Jokodri
apahabar.com

Sport

Gilas Persija, Persebaya Rebut Piala Gubernur Jatim
apahabar.com

Sport

Ganda Putra Tanah Air Pastikan Gelar di Indonesia Masters
apahabar.com

Sport

Indonesia vs Filipina, Demi Harga Diri
apahabar.com

Sport

Bertahan di Liga 1, Barito Mesti Raih 40 Poin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com