Update Pemakaman Istri Guru Ijai: Sekumpul Lengang, Polisi Berjaga di Puluhan Titik Banjarmasin PPKM Berjilid-jilid: Prokes Malah Jeblok, Kematian Pecah Rekor! Ditegur Saat Minum Miras, Dua Pemuda Banjar Bacok Pria di Banjarmasin Timur Hoaks Jenazah Covid-19 di Banjarbaru Diburu Polisi, Kadinkes Doakan Pelaku Insyaf “Kalsel Lagi Sakit”, Aktivis Lingkungan Beri Catatan Kritis ke BirinMU

Gagal Eksekusi Penalti, Tiga Pemain Inggris Jadi Korban Rasialisme

- Apahabar.com     Senin, 12 Juli 2021 - 12:46 WITA

Gagal Eksekusi Penalti, Tiga Pemain Inggris Jadi Korban Rasialisme

Marcus Rashford bersama Bukayo Saka dan Jadon Sancho menjadi korban rasialisme, seusai kekalahan Inggris dari Italia di final Euro 2020. Foto: Goal

apahabar.com, LONDON – Gagal mencetak gol dalam adu penalti di final Euro 2020 melawan Italia, Senin (12/7) pagi, tiga pemain Timnas Inggris menjadi korban rasialisme.

Timnas Inggris gagal menjuarai Euro 2020, setelah kalah 2-3 dari Italia melalui adu penalti. Penyebabnya Bukayo Saka, Jadon Sancho dan Marcus Rashford gagal menyelesaikan tugas.

Hanya Harry Kane dan Harry Maguire yang berhasil, tapi tidak dapat menutupi kesuksesan tiga eksekutor Italia.

Kegagalan itu semakin membuat pendukung Timnas Inggris gusar, mengingat pertandingan final berlangsung di rumah sendiri.

Pun kekalahan di final Euro 2020 membuat The Three Lions harus melanjutkan puasa gelar. Mereka belum lagi mampu menjadi juara sejak Piala Dunia 1966 alias 55 tahun silam.

Kegusaran itulah yang membuat Bukayo Saka, Jadon Sancho dan Marcus Rashford menjadi pusat perhatian pendukung Inggris.

Bahkan level kekesalan pendukung sudah berlebihan, mengingat ketiga pemain muda tersebut menjadi korban rasialisme daring.

Seperti dilansir Bola, sejumlah kata-kata rasial dan emoji binatang membanjiri kolom komentar di akun Instagram ketiga pemain tersebut.

Federasi Sepakbola Inggris (FA) langsung beraksi dengan pelecehan yang didapatkan ketiga pemain itu.

“Kami akan melakukan semuanya untuk mendukung pemain terdampak, sambil mendesak hukuman seberat mungkin untuk pihak yang bertanggung jawab,” demikian keterangan resmi FA.

“Kepada perusahaan media sosial agar mengambil tindakan kepada pelaku dari platform mereka, serta membuat produk yang bebas dari jenis penyalahgunaan menjijikkan,” tambah keterangan itu.

Sementara pelatih Inggris, Gareth Southgate, sepenuhnya pasang badan atas kegagalan tersebut, terutama soal pemilihan eksekutor penalti.

“Soal adu penalti, itu semua keputusan saya. Saya memutuskan eksekutor penalti berdasarkan hasil di sesi latihan. Keputusan tidak diambil dengan sendirinya,” jelas Southgate.

“Kami menang sebagai kesatuan dan kami semua bertanggung jawab karena tidak bisa menang. Bagaimanapun pemain telah memberikan segalanya,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Timnas U-19

Sport

Jadwal Terbaru Uji Coba Timnas U-19 Indonesia di Spanyol Usai Perubahan
apahabar.com

Sport

Leg I Perempat Final Liga Champions, Solskjaer: Bukan MU vs Messi!

Sport

Jack Miller Juarai MotoGP Prancis, Fabio Quartararo Puncaki Klasemen
apahabar.com

Sport

Pandemi Covid-19, Rossi Sulit Tentukan Masa Depannya
apahabar.com

Sport

Jokowi Tambah Bonus Timnas U-22 Rp200 Juta
apahabar.com

Sport

Rutin Gelar Silaturrahmi, BPFC Miliki 32 Ribu Anggota di FB
Dustin Poirier

Sport

Hebat! Dustin Poirier Petarung Pertama TKO Conor McGregor

Sport

Hasil Liga Italia: Dwigol Lukaku Jaga Peluang Inter Milan Raih Scudetto
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com