Kontak Tembak dengan Satgas Madago Raya, Pimpinan Teroris Poso Ali Kalora Tewas! Polisi Tangkap Selegram ‘Kuda Poni’ Live Bugil-Masturbasi, Sebulan Rp 30 Juta Siap-Siap! Jika PPKM Level III Diberlakukan, Berikut Sederet Aturan PTM di Banjarmasin Status Siaga Bencana, Tiga Wilayah Rawan Banjir di Banjarbaru Jadi Atensi Ups..Petugas Temukan Kondom Bekas di Saluran Limbah Hotel Banjarmasin yang Tersumbat

Nyaris Pensiun, Medali Olimpiade Tokyo 2020 Bayar Kesabaran Greysia Polii

- Apahabar.com     Sabtu, 31 Juli 2021 - 18:07 WITA

Nyaris Pensiun, Medali Olimpiade Tokyo 2020 Bayar Kesabaran Greysia Polii

Kelolosan Greysia Polii/Apriyani Rahayu ke final Olimpiade Tokyo 2020 juga menjadi sejarah ganda putri bulutangkis Indonesia. Foto: Detik

apahabar.com, JAKARTA – Keberhasilan meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020, sekaligus membayar kesabaran Greysia Polii yang nyaris pensiun di pertengahan 2017.

Bersama Apriyani Rahayu, Greysia berhasil lolos ke final ganda putri Olimpiade Tokyo 2020, setelah mengalahkan Lee So-hee/Shin Seung-chan dari Korea Selatan, Sabtu (31/7).

Selanjutnya apapun hasil melawan Chen/Qingchen/Jia Yifan dari Cina di final, Senin (2/8), Greysia/Apriyani sudah dipastikan meraih medali.

Namun, dipastikan seluruh masyarakat Indonesia berharap Greysia/Apriyani meneruskan tradisi emas bulutangkis di Olimpiade.

Menengok sedikit ke belakang, pencapaian tersebut dipastikan tidak terpenuhi, seandainya Greysia Polii bersikeras gantung raket di pertengahan 2017.

Greysia Polii mempertimbangkan pensiun seusai Olimpiade Rio 2016. Ketika berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari, Greysia terhenti di perempat final.

Gagasan untuk pensiun semakin menggelayuti pikiran Greysia Polii, setelah Nitya Krishinda mengalami cedera lutut serius dan absen panjang.

“Lantas tiba-tiba pelatih meminta saya untuk menunggu sedikit lebih lama,” tutur Greysia kepada BWF Badminton seperti dilansir BolaSport.

“Saya juga diminta membantu pemain muda untuk berkembang. Akhirnya Apriyani pun muncul,” imbuh istri Felix Djimin ini.

Pasangan yang berbeda usia 10 tahun ini ternyata dapat diandalkan. Dipasangkan Mei 2017, mereka meraih dua gelar di tahun pertama dipasangkan.

“Kemudian kami memenangi Korea Open dan Thailand Open. Saya pun berkeyakinan untuk tetap berlari selama empat tahun lagi,” beber Greysia.

“Saya tidak lagi muda. Akan tetapi akhirnya Apriyani terus berkembang, meski saya menunggu begitu lama,” imbuh wanita berusia 33 tahun ini.

Semangat Greysia untuk terus bertanding, andil besar memberi motivasi ekstra kepada Apriyani Rahayu.

“Saya terus memberi tahu Greysia agar jangan berhenti bermain dengan saya,” papar Apriyani yang usianya hampir 11 tahun lebih muda dari Greysia.

“Saya diyakinkan dengan motivasi, kerja keras setiap hari, keberanian dan keinginan Greysia untuk menjadi juara,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Renan Datang, Bhayangkara FC Masih Cari Legiun Asing
apahabar.com

Sport

Debut Perdana Pemain Muda Barito di Timnas U23 Berakhir Pilu

Sport

Pertandingan Terpusat di Jawa, Inilah Proyeksi Jadwal Kick Off Liga 1

Sport

Jelang MotoGP Aragon 2021: Misi Comeback Duet Suzuki

Sport

Jadwal Live Babak 16 Besar: Big Match Inggris vs Jerman, Swedia Ditantang Ukraina
apahabar.com

Sport

Jacksen Mengundurkan Diri
apahabar.com

Sport

Barito Umumkan 9 Pemain yang Bertahan dan 5 Rekrutan Baru
apahabar.com

Sport

Namanya Disebut Bakal Melatih Persipura, Ini Kata Jacksen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com