Kontak Tembak dengan Satgas Madago Raya, Pimpinan Teroris Poso Ali Kalora Tewas! Polisi Tangkap Selegram ‘Kuda Poni’ Live Bugil-Masturbasi, Sebulan Rp 30 Juta Siap-Siap! Jika PPKM Level III Diberlakukan, Berikut Sederet Aturan PTM di Banjarmasin Status Siaga Bencana, Tiga Wilayah Rawan Banjir di Banjarbaru Jadi Atensi Ups..Petugas Temukan Kondom Bekas di Saluran Limbah Hotel Banjarmasin yang Tersumbat

Jelang MotoGP Styria 2021: Marc Marquez cs Dilarang Jatuh Lagi

- Apahabar.com     Selasa, 3 Agustus 2021 - 06:10 WITA

Jelang MotoGP Styria 2021: Marc Marquez cs Dilarang Jatuh Lagi

Dengan 9 insiden, Marc Marquez melengkapi catatan buruk pebalap-pebalap Honda yang telah mengalami 39 kecelakaan di MotoGP 2021. Foto: Motorsport

apahabar.com, JAKARTA – Menjelang MotoGP Styria, Minggu (8/8), semua pembalap Honda termasuk Marc Marquez diingatkan untuk tidak terjatuh lagi.

Setelah jeda paruh musim selama kurang lebih satu bulan, MotoGP kembali bergulir. Paruh kedua akan dibuka dengan MotoGP Styria di Sirkuit Red Bull Ring.

Memasuki paruh kedua, semua tim dan pebalap sudah melakukan sejumlah persiapan, termasuk Honda.

Terlepas dari kemenangan Marc Marquez di MotoGP Jerman 2021, performa Honda terbilang cukup buruk di paruh pertama.

Faktanya Honda memegang rekor jatuh terbanyak di paruh pertama MotoGP 2021. Tercatat empat Honda sudah 39 kali terjatuh dari total 137 insiden sepanjang paruh pertama.

Pol Espargaro sudah merasakan 13 kali terjatuh, Marc Marquez 9 kali, Alex Marquez 10 kali dan Takaaki Nakagami 6 kali.

Angka 39 tersebut hampir 30 persen dari total insiden terjatuh di paruh awal MotoGP 2021.

Tak mengherankan kalau pebalap Honda sulit bersaing menaiki podium, meski insiden itu juga terjadi di sesi latihan bebas.

“Kami harus memperbaiki dan mengembangkan sistem elektronik, karena masalah ini terkait dengan keselamatan pebalap,” ungkap Marc Marquez seperti dilansir Motorsport.

Sebagian besar insiden pebalap Honda adalah high side alias kecelakaan akibat masalah ban belakang, pengereman kurang bagus, dan kehilangan grip ketika akselerasi.

Dalam high side crash, biasanya pebalap terpelanting dan membuat risiko mengalami cedera sangat besar.

Teknisi Honda menilai terjadi error dengan kontrol traksi Honda RC213V. Itu terjadi dalam kecelakaan Marc Marquez di MotoGP Belanda.

Fungsi utama kontrol traksi adalah mencegah sepeda motor drifting. Caranya dengan mengontrol aliran tenaga ke ban belakang.

“Terlalu sering terjatuh membuat kepercayaan diri menurun, karena kami terus dihantui kemungkinan terjatuh lagi,” tandas Marc Marquez.

Balapan terakhir di Sirkuit Red Bull Ring dimenangi Andrea Dovizioso. Kemudian diikuti Joan Mir dan Jack Miller.

Sedangkan lap tercepat dalam balapan dibukukan Alex Rins. Pebalap Suzuki Ecstar ini membukukan catatan waktu 1 menit 24,007 detik.

Sedangkan rekor lap tercepat di kualifikasi dicatatkan Maverick Vinales dengan 1 menit 23,450 detik.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Sport

Siap-Siap! GSWI Gelar Kompetisi Sepakbola Wanita Antar Provinsi
cidera

Sport

Jadi Top Skor Sementara Liga Italia, Lord Ibra Malah Cidera
apahabar.com

Sport

Tiba Di Manila, Berikut Jadwal Timnas U-23 Di SEA Games 2019

Sport

Italia ke Final, Tekuk Spanyol Melalui Adu Penalti
apahabar.com

Sport

Dihajar Martapura FC, Pelatih Peseban Nilai Pemain Grogi Tak Biasa Tanding di Lapangan Bagus
apahabar.com

Sport

Hasil Piala Liga Inggris, Burnley vs Manchester City, Menang 3-0, Man City Lolos ke Perempatfinal
bulutangkis

Sport

Link Live Streaming Thailand Open, 3 Wakil Indonesia Berjibaku ke Semifinal Hari Ini
apahabar.com

Sport

Warning Bagi Rival di MotoGP Ceko, Marquez Sukses Jalani Operasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com